Halo fresh graduate atau kamu yang masih cari kerja sampai akhir tahun 2025 ini, tapi masih belum ketemu rezekinya, coba terus baca artikel ini yang mungkin bisa bantu kamu.

Kalau dibandingkan dengan jaman dulu, saat ini kita gak cuma bersaing dengan manusia yang makin banyak memenuhi bumi, tapi juga dengan Artificial Intelligence (AI) dan juga sistem digitalisasi lainnya. Jadi cara lama tuh udah gak cukup untuk bersaing dengan manusia dan AI. Nah, Minpo (Admin Kepo) ada beberapa tips and tricks agar peluang kamu diterima kerja di tahun 2026 ini makin lebar!

Persiapkan CV Sesuai dengan Persyaratan di Job Posting

Ada beberapa pencari kerja yang memang suka melamar di berbagai posisi, dan ini lah kesalahan yang sering dilakukan.

  1. CV Tidak Sesuai dengan Posisi yang Dilamar. Kalau misalnya kamu tertarik di bidang Administrasi, HR, atau Finance, tapi hanya punya satu CV yang kamu gunakan untuk melamar di ketiga bidang tersebut. Kamu salah besar! Karena Recruiter atau sistem recruitment itu mencari kesesuaian CV dengan posisi yang dilamar.
  2. Pengalaman dan Kemampuan yang Tidak Sesuai dengan Requirement atau Persyaratan Kerja. Nah, CV sudah disesuaikan dengan setiap posisi yang akan dilamar, tapi tetap ditolak kerja? Seringnya, meskipun pelamar kerja sudah menyesuaikan CV dengan posisi yang dilamar, itu tidak cukup untuk bisa menjadi kandidat yang paling cocok. Sebagai kandidat, kamu harus baca satu per-satu persyaratannya apa saja. Misalnya, kamu melamar di bagian Administrasi perusahaan X, namun yang diinginkan oleh perusahaan adalah Administrator yang setidaknya pernah punya pengalaman di bidang administrasi penjualan end-to-end seperti administrasi yang berkaitan dengan tender, sistem pengadaan barang pemerintahan, atau proses kerjasama dengan vendor. Sedangkan pengalaman kamu hanya pernah di bagian Administrasi keuangan kas perusahaan dan penagihan. Ini tentunya berbeda. Lalu apa yang harus kamu lakukan? Ayo kita ke poin nomor 3.
  3. Sesuaikan, Gali, atau Coba Aja Siapa Tau Beruntung. Pasti kamu bingung ya, hehehe… Kalau ternyata kamu pengen banget sama pekerjaan itu, aktivitasnya, mau belajar di dunia nyata, dan kamu punya akses (secara finansial, waktu dan tenaga) untuk belajar poin-poin yang dibutuhkan di posisi tersebut, maka kamu bisa sesuaikan kompetensimu berdasarkan persyaratan yang ada di lowongan itu terlebuh dulu. Kalau berkaitan dengan nomor 2 di atas, mungkin kamu bisa ikut course/pelatihan tentang administrasi pengadaan barang dan sebagainya (pokoknya yang relevan dengan persyaratan kerja). Namun, kalau kamu tidak ada akses yang tadi MinPo sebutkan, masih ada dua cara tambahan, yaitu gali apakah ada pengalaman dan kemampuan kamu yang relevan dan bisa “dipaksain” untuk menjadi dasar bahwa kamu layak untuk menjadi kandidat paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Balik lagi ke nomor 2, kamu punya pengalaman dalam administrasi arus kas perusahaan dan penagihan, kamu bisa deskripsikan secara singkat bahwa penagihan ini berkaitan dengan client perusahaan (bukan perorangan), sehingga kamu sangat familiar dengan proses administrasi penjualan ke lembaga atau perusahaan. Jika tidak ada sama sekali, kalau kamu mau, apply saja atau coba aja siapa tau beruntung. Lagipula, the worst they can say is no. Yep, hal terburuk yang bisa recruiter atau perusahaan katakan kepada kamu ya “kamu belum diterima”.

Riset Perusahaan Sebelum Interview

Jika kamu lolos seleksi administratif dan dipanggil interview oleh perusahaan, maka kamu wajib banget banget banget untuk riset perusahaan. Jika kamu tidak tau perusahaan yang akan interview kamu, maka kamu akan terlihat tidak ada inisiatif dan semangat dalam melamar pekerjaan di perusahaan tersebut. Selain itu, kamu akan kesulitan dalam menjual pengalaman dan kemampuan kamu yang relevan dengan bisnis yang dijalankan dalam perusahaan tersebut.

Jangan Terlalu Pasif dalam Menunggu Panggilan Kerja

Terkadang perasaan cepat puas itu juga tidak baik ya, guys. Seringkali setelah melamar kerja, kita merasa sudah melakukan sesuatu pada hari itu dan tidak melanjutkan untuk melamar lagi. Jangan, ya! Jadi ini hal yang tidak disarankan untuk kamu lakukan, yaitu:

  1. Hanya menunggu e-mail/telepon tanpa follow-up. Mungkin ada perasaan bahwa “Aku sudah apply, tinggal nunggu HR”, atau “Takut follow-up, nanti dikira maksa.” Selama tidak berlebihan, kamu boleh untuk melakukan follow-up secara profesional ke HR atau khususnya ke recruiter tentang proses recruitment kamu setelah 1 atau 2 minggu kamu mengirimkan lamaran.
  2. Apply paralel. Jangan hanya lamar 1 lowongan atau 1 perusahaan saja, melainkan apply sebanyak-banyaknya. Targetkan 5 loker satu hari, atau kalau mode santai bisa 5-10 loker dalam 1 minggu.

Masuk dunia kerja di tahun 2026 memang gak bisa lagi pakai cara lama. Persaingan makin ketat, proses rekrutmen makin digital, dan perusahaan mencari kandidat yang bukan cuma punya ijazah, tapi juga siap belajar dan beradaptasi. Baik fresh graduate maupun profesional, semua punya peluang yang sama selama tahu strateginya.

Kuncinya, jangan cuma kirim CV lalu menunggu. Mulailah lebih aktif, perbaiki CV, asah skill yang relevan, bangun personal branding, dan berani ambil langkah lanjutan seperti follow-up atau networking. Langkah kecil tapi konsisten jauh lebih efektif dibanding menunggu satu panggilan yang belum tentu datang.

Dengan menerapkan tips di atas, kamu bukan hanya memperbesar peluang cepat diterima kerja di tahun 2026, tapi juga menyiapkan diri untuk karier jangka panjang. Pelan-pelan tapi jalan terus, karena di dunia kerja sekarang, yang bergerak lebih dulu biasanya selangkah lebih dekat ke tujuan. MinPo pamit, semangat semuanya!

Categories: Uncategorized

0 Comments

Leave a Reply

Avatar placeholder

Your email address will not be published. Required fields are marked *